MAKASSAR, 8 Agustus 2025 –
BAKTI KOMDIGI menuntaskan kompetisi TIK bagi penyandang disabilitas untuk
Regional 4 dan 5 dengan menjaring 45 orang pemenang yang terbagi dalam kategori
Content Creator Tingkat pengenalan dan pendalaman, Digital Office Tingkat
pengenalan dan pendalaman, Digital Marketing Tingkat pengenalan dan pendalaman,
serta Digital Public Relation Tingkat pengenalan dan pendalaman.
Adapun regional 4 diikuti oleh
peserta dari enam Provinsi di Pulau Sulawesi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi
Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo.
Sementara îtu, regional 5 diikuti peserta dari tujuh provinsi di wilayah Maluku
dan Papua, yakni Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Tengah, Papua Barat, Papua
Barat Daya, dan Papua Selatan.
Anggota Dewan Pengawas BAKTI
Komdigi, Virgie Baker mengungkapkan kekagumannya terhadap potensi para peserta
yang ternyata memiliki potensi luar biasa. Bahkan, selama beberapa bulan
terakhir, sebelum mengikuti kompetisi, para peserta sudah dilatih secara intensif
sehingga benar-benar siap saat lomba, "Kami berharap, lomba seperti ini
akan terus ada. Bahkan, pelatihan-pelatihan juga terus berjalan, bukan hanya
untuk kejuaraan, tetapi membuka lapangan kerja dan kemandirian bagi penyandang
disabilitas." ujarnya.
Virgie juga berpesan untuk para
penyandang disabilitas agar tidak takut untuk mengikuti kompetisi ini, karena
akan diberikan pelatihan sebelumnya. "Yang dibutuhkan hanyalah percaya
diri. Banyak kriteria yang dinilai, mulai dari effort, kreativitas, hingga
strategi dalam menyusun cerita, Kita pasti bisa," pesannya.
Dengan selesainya kompetisi
regional 4 dan 5 sekaligus mengakhiri rangkaian kegiatan yang merupakan
rangkaian kompetisi TIK bagi penyandang disabilitas yang sebelumnya sudah
dilaksanakan di Solo, Bali, dan Medan.
Direktur Utama BAKTI KOMDIGI,
Fadhilah Mathar, menyampaikan rasa syukur atas diadakannya kompetisi kali ini,
yang mampu menjaring sekitar 2.600an peserta dari seluruh Indonesia. “Jumlah
yang meningkat signifikan yang sebelumnya 1.000 peserta. Di tahun yang ke-11
ini, kami berhasil menggabungkan pelatihan online dan offline. Terima kasih
juga kepada rekan-rekan dari Paradifa yang mendukung pelaksanaan kegiatan,”
ungkap Fadhilah.
Fadhilah turut memberikan
apresiasi kepada lebih dari 600 mitra yayasan, universitas, dan lembaga
pemerhati disabilitas yang telah ikut mendukung kegiatan ini dari Sabang sampai
Merauke. "Inklusi Digital yang kami canangkan tidak memandang suku, agama,
atau label lainnya. Kami hanya ingin memastikan bahwa semua orang, termasuk
penyandang disabilitas, memiliki pijakan yang kokoh untuk berdaya dan memberi
manfaat bagi kehidupan," tegas Fadhilah.
Tak lupa, Fadhilah memberikan
ucapan selamat kepada seluruh peserta. "Selamat kepada para juara, dan
juga kepada diri kita masing-masing. Karena dalam lomba ini, kita semua adalah
pemenang."
Salah satu pemenang Kompetisi TIK
bagi penyandang disabilitas dalam kategori Bidang Digital Marketing Tingkat
Pendalaman, Cici Amelia Kadang yang berasal dari Regional 4, Tana
Toraja-Sulawesi Selatan, mengungkapkan rasa terima kasih kepada BAKTI dan KEMKOMDIGI
yang telah menyelenggarakan kompetisi juga pelatihan untuk dirinya dan juga
teman-teman disabilitas. Cici tidak menyangka akan menjuarai kompetisi ini,
karena baginya sudah dapat mengikuti kompetisi ini, memberikan ilmu yang
bermanfaat baginya.
Cici juga berpesan kepada para
penyandang disabilitas lainnya, agar jangan pernah menyerah dengan keadaan
fisik yang tidak sempurna, tapi terus berusaha menambah keterampilan diri. ***